Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2018

Bekasi Punya Bahasa

Bekasi salah satu kota yang terdapat di Jawa Barat, yang belom tau sejarahnya Bekasi, nama Bekasi berasal dari kata Bagasasi yang artinya sama dengan Candrabhaga yang tertulis dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Kota ini bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bukan cuman di Jakarta loh guys yang penduduknya Banyak, karna Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.  kota bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan Kota Pejuang. Udah tau kan serah singkatnya? Tapi kalian udah tau belum, sebenernya bahasa khas Bekasi itu seperti apa sii? Nah, mimin jelasin lagi yaa. Seorang bijak pernah bilang bahwa “bahasa adalah cerminan sebuah bangsa”.

Makanya, enggak heran kalo melalui bahasa kita bisa menebak karakteristik sebuah bangsa. Ragam kosakata yang tergelincir dari mulut-mulut orang Bekasi ini tergolong unik. Banyak di antaranya enggak ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Soalnya, bahasa yang sering dituturkan oleh orang-orang Bekasi terpengaruh oleh bahasa Sunda, tuturan Jawa Tengah, dan sedikit logat Betawi. Yuk kita sedikit belajar tentang kosakata di Bekasi.

Ribedh Bangedh
Pasti suka denger kan kata-kata “Et dah udah ribet…. jadi RIBEDH BANGEDH” hahaa, pasti kalian suka denger kalo orang bekasi mengucap kata yang berakhiran “t” diganti dengan gugus konsonan “dh”. misalnya sakidh lebih parah dibanding sakit. Contoh lainnya “orang yang pelidh pasti kuburannya sempidh”. Kalimat tersebut artinya, “orang yang pelit berlebihan, liang kuburnya pasti sangat kecil”. Haha lucu ya guys

Bae
Kalo kata yang ini pasti sering banget kalian ucap ya kan, mau orang sunda, jawa, pasti suka ngomong bae, asal kalian tau aja ya, kata bae itu kalo di Di Amerika, khususnya di pesisir West Coast, kata “bae” digunakan sebagai kata ganti “orang yang terkasih”. Ya, anak gaul di West Coast tuh nyebut bebeb-nya dengan sebutan “ma bae”. Sedangkan kalo di Bekasi, kata “bae” biasanya digunakan untuk mengganti kata “saja” atau “doang”. Contoh penggunaannya, “udah jangan ribedh, pilih gue bae!” gimana ada niatan buat manggil sang kekasih dengan sebutan bae?

Diantepin
Pernah gak ngerasa diacuhkan sama seseorang? Keberadaan lo enggak dianggap sama orang lain? Kalo di Bekasi, hal tersebut dikenal dengan istilah “diantepin”. Kata tersebut enggak cuma berlaku buat orang atau makhluk hidup, benda mati pun bisa “diantepin”. Misalnya dalam kalimat, “Udah gue sajiin kue kok diantepin bae.”

Awang
Pernah denger orang bekasi ngomong awang disaat sedang malas? Awang ah. Kata-kata ini mungkin suka bikin kita yang gak ngerti apa siii dengan muka yang serius.. karna memang benar kata orang Bekasi itu Planet yang kosakatana unik-unik, awang kata penggantinya males, kalo di kota males, dibekasi awang punya!!

Gak Danta
“lu gambar apa siii gak danta banget dah” percakapan singkat tadi biasanya orang bekasi ngomong sama yang sejenis. Kalo yang gak sejenis paling bengong doang dengernya, kaga danta itu diarti kan sebagai kata enggak jelas. Ati ati nih, yang udah tau artinya kalo orang betawi bilang gak danta tandanya kalian lagi gak jelas tuh…

Keduman
Yang anak bekasi mana ini?? Biasanya mimin kalo abis pulang dari pengajian mimin selalu ditanya gini sama emak “kedumen kaga neng beseknya?” gak ngerti kan?? Hehe,, mimin jelasin, kedumen itu artinya kebagiaan guys, udah tau kan sekarang

Goroh
Nih yan suka boong jangan sampe disindir sama orang Bekasi goroh trus kalian ngeiyain haha. goroh kalo di Bekasi itu artinya boong guys! “goroh mulu lu orangnya” hayu luh kalian mau jawab apa? bisanya kata-kata ini keluar ke orang yang gak bisa di percaya.. jadi kalo ada yang bilang goroh tandana kalian suka boong tuuh guys

Purik
sering banget kata-kata ini keluar dari sepasang kekasih.. orang bekasi kalo pacarnya lagi marah pasti dia bilang gini “purik mulu kamu mah” hayoo ngaku siang yang pacarnya purikan.. hehe wajar lah yaa, namanya juga pacaran! Purik artinya ngambek guys, jangan sampe kekasihnya ngelirik yang lain ya guys, gara-gara purika. hehehe

Ilok Ah
Biasanya anak bekasi kalo gak percaya suka ngomong “ilok ah neng?” bukan berarti kalian suka boong ya guys, kalau kalian cerita heboh pasti ada salah satu temen dari kalian bilang “ilok ah… trus trus bagimana lagi dah itu kok bisa begitu? ”. ilok ah sendiri memiliki makna yang artinya masa siih? Jadi kata ilok itu titik puncak kesirusan saat sedang cerita guys.. coba dengerin orang bekasi kalo lagi cerita heboh

Jember
Kata ini biasanya buat orang yang suka main jorok guys.. “jember gua mah kesono belok bangedh dah jalannya” hahaa.. lucu ya orang Bekasi kalo ngomong.. jember artinya jorok/jelek/jiji  guys, jadi kalo orang bekasi kalo udah ngomong jember pasti bibirnya dimainin deh..

Bader
Buat anak yang nakal, biasanya orang yang lebih dewasa akan ngomong seperti ii ke orang yang dibawah kita “et dahhh… bader bangedh dah tuh bocah” biasanya yang suka ngomong begitu kalangan emak-emak ya guys haha.. bader artinya itu bandel guys. Jadi siapa yang bader hayoo? hehe

Ini salah satu bahasa khasnya Bekasi guys, kalo daerah kamu, kaya gimana bahasanya??
(Firmansyah Mawero)

Sabtu, 14 Juli 2018

Kaki-kaki Surga Menghentak Dunia

SEBA BADUY tahun ini kembali digelar dengan tema "EXCITING BANTEN On SEBA BADUY ", oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten. Dimulai dari proses penyambutan sampai pemulangan dari  21 - 22 April 2018.

Dan seperti biasa ribuan kaki surga, para penjaga keArifan Lokal Leluhur Nusantara, kembali memenuhi jalanan mulai dari Pandeglang, Lebak dan terakhir Ibukota Propinsi Banten, untuk mendatangi Bapak Gede (Gubernur Banten). 

Acara Seba 2108, kembali dilaksanakan di Alun-alun barat kota Serang, yang dimeriahkan beberapa artis ibukota seperti Budi Doremi, Dimulai dari Ritual penyambutan arak-arakan dari depan Museum Negeri Banten, dengan diiringi oleh hentakan Marching Band Gita Surosowan, Parade Arge boyz, Barongsai, Barisan Kang Banten dan Nong Banten, serta para rombongan Bikers Brotherhood Indonesia.

Ritual penyerahan hasil bumi dari masyarakat Baduy tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Pjs Bupati Lebak Ino S Rawita, serta berbagai OPD dan perwakilan dari Kementrian Pariwisata. Berbagai hasil bumi seperti Pisang, Sayuran dan Gula Merah, yang dibawa langsung warga adat Baduy dari Tanah Leluhurnya di Kanekes, sebagai pengakuan dari masyarakat adat Baduy.

Dan Upacara Seba tahun ini, masuk kategori terbesar, dengan jumlah diatas 2000 warga Baduy, selain itu acara ritual tahunan ini, sudah berlangsung selama 1 abad atau 100 tahun.

Disela-sela pembukaan acara pihak penyelenggara yang diwakili oleh ibu Eneng Nurcahyati Kepala Dispar Provinsi Banten, kembali mempromosikan wisata Banten kepada masyarakat yang hadir dan undangan yang hadir. Dan tak lupa pihak Disdikbud kembali menekankan kepada pelajar , dan generasi muda Banten, untuk lebih mengenal Budaya Baduy, yang sampai saat ini terus melestarikan nilai-nilai para Leluhur dan kebudayaan Baduy.

Gubernur Banten juga mengatakan, bahwa pemerintah Propinsi Banten menerima dengan senang hati, kedatangan masyarakat Baduy dalam agenda rutin tahunan Seba Baduy. Gubernur menekankan bahwa pemerintah tidak akan mengganggu hak-hak adat Baduy, yang sudah dijaga turun temurun. Katanya saat memberikan sambutan di Pendopo lama, kota Serang (21/4/2018)

" Filosofi Baduy yang Mendunia "
Gunung tak boleh DIHANCURKAN
Lembah tak boleh DIRUSAK
Larangan tak boleh DILANGGAR Pantangan tak boleh DIUBAH
Panjang tak boleh DIPOTONG
Pendek tak boleh DISAMBUNG
Yang bukan harus DITIADAKAN
Yang jangan harus DINAFIKAN
Yang benar harus DIBENARKAN

"SEBA BADUY 18 - 22 April 2018"
(Firmansyah Mawero)

Rabu, 30 Mei 2018

Generasi Milenial


Penggunaan media sosial yang terus meningkat memantik perdebatan sengit di antara para psikolog: apakah 'kids zaman now' lebih narsis daripada generasi sebelumnya?

Di beberapa lokasi di Mustika Jaya, saya sering memperhatikan, banyak anak muda, baik lali-laki maupun perempuan muda, sering menghabiskan waktu berjam-jam, hanya untuk bersenda gurau atau sekedar menghabiskan isi memori handphone mereka, yang tentunya hasilnya tidak akan pernah dicetak sampai kapanpun.

Asumsi saya justru, generasi milenial yang sedang booming ini, seperti tidak ada kegiatan lain, selain kongkow, bermotor ria, sampai menghabiskan malam bersama dengan teman sejawatnya.

Betapa maraknya fenomena ini, sehingga, kadang memicu streotip negatif tentang perilaku mereka yang kebanyakan, menimbulkan pandangan negatif dari masyarakat sekitar.

Sulit menepis kesan bahwa para generasi milenial, justru melihat dirinya sebagai pusat alam semesta, bahwa mimpi-mimpinya sungguh menarik dan penting.

Seperti inikah anak muda zaman sekarang atau "milenial" (orang yang lahir setelah tahun 1980)? Didorong kesempatan tak terbatas untuk promosi diri dan refleksi diri di media sosial, ditambah budaya yang bisa dibilang lebih menekankan pentingnya penghargaan diri daripada pembelajaran, apakah kepribadian anak muda berubah dari generasi sebelumnya, menjadi lebih narsis dan egois ??

Kalau dicermati diluar sana, justru banyak generasi milenial, yang sedang bersaing ketat, untuk menempati posisi startegis dalam bidang apapun di negeri tercinta ini.

Dari bidang fisika sampai cabang olahraga meraka buktikan dengan kerja keras, dan tentunya bersungguh-sungguh untuk mencapai target yang mereka inginkan.

Saya sebagai penulis, hanya berharap, para generasi milenial di Mustika Jaya, dapat melakukan hal yang sama, dengan didukung oleh para orang tua mereka, untuk bisa mendorong mereka ke arah yang baik, agar generasi muda ini, bisa ikut andil dalam memajukan Bangsa kita yang tercinta ini.

Karena tanpa campur tangan dari semua pihak yang terkait, para generasi yang sedang hilang arah ini, malah justru makin jauh dari harapan mereka sendiri, yaitu membanggakan Bangsa, keluarga dan dirinya sendiri.

Jangan sampai mereka hanya menjadi, penghancur di generasi yang justru, sangat diharapkan menjadi generasi penerus Bangsa yang bermartabat ini.

Penulis
Firmansyah Mawero